Kalau ngomongin street food, Asia Tenggara itu bisa dibilang salah satu surga kuliner dunia. Menariknya, banyak makanan kaki lima dari negara tetangga yang ternyata punya kemiripan dengan kuliner Indonesia. Baik dari segi bumbu, cara masak, sampai cita rasa, semuanya terasa akrab di lidah orang Indonesia.

Hal ini sebenarnya tidak mengejutkan, karena secara budaya dan sejarah, negara-negara di Asia Tenggara memang saling mempengaruhi satu sama lain dalam urusan makanan. Jadi jangan heran kalau kamu mencicipi makanan dari Thailand, Malaysia, atau Vietnam, rasanya seperti “mirip tapi beda sedikit” dengan makanan di Indonesia.

1. Nasi Lemak Malaysia vs Nasi Uduk Indonesia

Nasi lemak dari Malaysia sering disebut sebagai “saudara dekat” nasi uduk.

Keduanya sama-sama menggunakan santan dalam proses memasak nasi, sehingga menghasilkan aroma yang gurih dan harum. Biasanya disajikan dengan telur, sambal, dan lauk seperti ayam goreng atau ikan teri.

Perbedaannya, nasi lemak sering dilengkapi sambal khas Malaysia yang sedikit lebih manis dan ikan bilis sebagai pelengkap utama.

2. Pad Thai Thailand vs Kwetiau Goreng Indonesia

Pad Thai adalah salah satu street food paling terkenal di Thailand.

Kalau dilihat sekilas, makanan ini mirip dengan kwetiau goreng di Indonesia. Sama-sama menggunakan mie pipih, telur, sayuran, dan tambahan protein seperti udang atau ayam.

Bedanya, Pad Thai punya rasa asam-manis yang khas dari saus tamarind, sedangkan kwetiau goreng Indonesia lebih cenderung gurih dan sedikit manis dari kecap.

3. Satay Malaysia vs Sate Indonesia

Sate jelas jadi salah satu kuliner yang sangat mirip di kawasan Asia Tenggara.

Malaysia juga punya versi sate yang sangat mirip dengan Indonesia, lengkap dengan bumbu kacang atau kecap. Namun, bumbu sate Malaysia cenderung lebih ringan dibandingkan sate khas Indonesia yang kaya rempah.

Meski begitu, konsepnya tetap sama: daging yang ditusuk lalu dibakar di atas arang.

4. Pho Vietnam vs Soto Indonesia

Pho dari Vietnam sering dibandingkan dengan soto di Indonesia.

Keduanya adalah sup berkuah dengan isian daging dan sayuran. Pho biasanya menggunakan kuah bening dengan rasa kaldu yang ringan, sedangkan soto Indonesia punya banyak variasi seperti soto ayam, soto betawi, hingga soto lamongan dengan rempah yang lebih kuat.

5. Roti Canai Malaysia vs Roti Maryam Indonesia

Roti canai di Malaysia sangat mirip dengan roti maryam di Indonesia.

Keduanya punya tekstur tipis, renyah di luar, dan lembut di dalam. Biasanya di makan dengan kuah kari atau susu kental manis.

Bedanya, roti canai Malaysia lebih sering di sajikan dengan kuah kari pedas, sedangkan versi Indonesia sering di kombinasikan dengan rasa manis.

6. Som Tam Thailand vs Rujak Indonesia

Som tam adalah salad pepaya muda khas Thailand yang punya rasa asam, pedas, dan segar.

Kalau di Indonesia, makanan ini mirip dengan rujak. Sama-sama menggunakan buah atau sayuran segar yang di campur dengan bumbu kacang atau sambal.

Perbedaan utamanya ada pada bumbu dan tingkat kepedasan yang lebih tajam di som tam.

7. Laksa Singapura vs Laksa Indonesia

Laksa adalah salah satu makanan yang tersebar di beberapa negara Asia Tenggara.

Di Singapura dan Malaysia, laksa punya kuah santan yang gurih dan pedas. Di Indonesia sendiri, laksa juga ada dengan berbagai versi seperti laksa Betawi yang lebih kental dan kaya rempah.

8. Mango Sticky Rice Thailand vs Klepon Indonesia

Mango sticky rice dari Thailand sering di bandingkan dengan klepon di Indonesia dalam kategori dessert tradisional.

Keduanya sama-sama menggunakan bahan dasar sederhana tapi punya rasa manis yang khas. Mango sticky rice menggabungkan ketan, santan, dan mangga, sedangkan klepon berisi gula merah dengan lapisan kelapa parut.

Kenapa Street Food Asia Tenggara Saling Mirip?

Ada beberapa alasan kenapa kuliner di kawasan ini terlihat mirip:

1. Pengaruh Budaya yang Saling Berdekatan

Negara-negara Asia Tenggara punya sejarah perdagangan dan interaksi budaya yang panjang.

Baca Juga : Rekomendasi Kuliner Malam yang Selalu Ramai Diburu Penikmat Makanan

2. Bahan Makanan yang Serupa

Bahan seperti kelapa, beras, dan rempah-rempah banyak di gunakan di semua negara.

3. Teknik Memasak Tradisional

Metode seperti menggoreng, merebus, dan memanggang sudah di gunakan sejak lama di seluruh kawasan.

Street Food sebagai Identitas Budaya

Meski terlihat mirip, setiap negara tetap punya ciri khas masing-masing.

Street food bukan hanya soal rasa, tapi juga bagian dari identitas budaya yang terus berkembang dari generasi ke generasi. Bahkan di era sekarang, street food tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin merasakan cita rasa lokal.

Banyak juga orang yang menjadikan wisata kuliner sebagai hiburan, sama seperti mencari referensi makanan di internet atau sekadar bersantai sambil membuka daftar game online sebagai hiburan ringan setelah berburu kuliner di berbagai tempat.